Gianyar – Upaya peningkatan kualitas pembelajaran abad ke-21 terus dilakukan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah. Universitas Dwijendra Denpasar melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa workshop bertajuk “Dari Konsep ke Kelas: Pelatihan Penerapan Deep Learning (Joyful, Meaningful, Mindful Learning)” bagi guru SMA Negeri 2 Gianyar, Senin (20/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini melibatkan sekitar 30 guru dari berbagai mata pelajaran. Workshop dipimpin oleh I Komang Dedik Susila, S.Pd., M.Pd. bersama tim dosen dan mahasiswa Universitas Dwijendra. Pelatihan dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran konvensional yang masih berorientasi pada hafalan, sekaligus mendorong guru menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada siswa.
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada konsep deep learning dalam konteks pendidikan, yang menekankan tiga pilar utama, yaitu joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan), meaningful learning (pembelajaran yang bermakna), dan mindful learning (pembelajaran yang berkesadaran penuh). Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, refleksi pengalaman mengajar, simulasi pembelajaran, serta studi kasus yang relevan dengan kondisi kelas di SMA.
Tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, para guru juga diajak mempraktikkan langsung penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan ketiga pendekatan tersebut. Dalam sesi kerja kelompok, guru merancang perangkat ajar sesuai mata pelajaran masing-masing, kemudian mempresentasikannya untuk mendapatkan masukan melalui mekanisme peer-review. Tim pengabdian berperan sebagai fasilitator yang memberikan penguatan konsep dan arahan teknis agar modul ajar yang dihasilkan siap diterapkan di kelas.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif dari kegiatan ini. Nilai rata-rata kemampuan guru dalam merancang modul ajar meningkat dari 78 pada tahap awal menjadi 89 setelah pelatihan, atau mengalami peningkatan sekitar 14,1%. Selain peningkatan nilai, kualitas modul ajar yang dihasilkan juga dinilai lebih sistematis, kontekstual, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru SMA Negeri 2 Gianyar semakin siap menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa. Ke depan, tim pelaksana juga membuka peluang pendampingan lanjutan secara daring agar implementasi pembelajaran mendalam dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.