Menyambut Hari Ulang Tahun Yayasan Dwijendra ke-73, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Undwi gelar Kuliah Umum dengan tema “Sudahkah Kita Mengerti Bagaimana Peran Teknologi AI dalam Pembelajaran Berbicara: Peluang Risiko, dan Bias Algoritmik?”

Denpasar, 09 Januari 2026 – Menyambut Hari Ulang Tahun Yayasan Dwijendra ke-73 serta sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Prodi. PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP), Universitas Dwijendra (UNDWI) melaksanakan Kuliah Umum bertema Peran Teknologi AI dalam Pembelajaran Berbicara: Peluang Risiko, dan Bias Algoritmik secara daring zoom (online). Kuliah Umum tersebut bekerja sama bersama Universitas Pendidikan Nasional (UPN) “Veteran” Surabaya, Jawa Timur. Selaku narasumber atau pembicara utama adalah Ibu Zahro Rokhmawati, M.Pd yang merupakan Dosen Prodi. Linguistik Indonesia UPN “Veteran” Surabaya, Jawa Timur yang didampingi selaku moderator adalah Ibu I Gusti Ayu Putu Istri Aryasuari, S.S, M.Hum yang merupakan Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UNDWI. Pemilihan tema dan penyampaian materi Kuliah Umum ini cukup menarik peserta yang merupakan mahasiswa FKIP UNDWI yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan dan dijawab serta didiskusikan bersama sehingga materi tersampaikan serta diterima dengan maksimal dan pelaksanaan Kuliah Umum pun berlangsung lancar dan penuh semangat.

Ilmu kebahasaan dalam bahasa apapun harus dikuasai pemelajar khususnya keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa merupakan kemampuan menggunakan bahasa secara efektif untuk berkomunikasi yang mencakup empat aspek utama, yaitu menyimak (mendengarkan), berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak dan berbicara adalah keterampilan lisan, sedangkan membaca dan menulis adalah keterampilan tulis, yang semuanya penting untuk interaksi sosial dan pemahaman informasi. Keterampilan ini tidak datang dengan sendirinya dan harus dipelajari agar komunikasi berjalan lancar dan efektif. Keterampilan berbicara memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran karena menjadi sarana utama bagi pemelajar untuk mengungkapkan gagasan, menalar pemikiran, dan membangun pemahaman secara aktif.

Berbicara bukan sekadar aktivitas menyampaikan jawaban, melainkan bagian dari proses berpikir yang menuntut pemelajar mengorganisasi ide secara logis dan kritis. Melalui kegiatan berbicara seperti diskusi, tanya jawab, dan presentasi, guru dapat menilai tingkat pemahaman siswa sekaligus mengidentifikasi miskonsepsi yang tidak selalu terlihat dalam tugas tertulis. Selain itu, keterampilan berbicara mendorong partisipasi, melatih kepercayaan diri, dan membiasakan pemelajar berkomunikasi secara santun serta argumentatif. Dalam konteks pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata, kemampuan berbicara menjadi bekal penting agar peserta didik mampu berinteraksi, berpendapat, dan berkontribusi secara aktif di lingkungan akademik maupun sosial.

Ide yang dimiliki seseorang tidak dapat diatur atau dikendalikan oleh orang lain, pihak lain, hingga suatu lembaga tertinggi pun tak bisa mengendalikannya. Hal tersebut yang mendasari kemajuan teknologi yang semakin tinggi seiring perkembangan era. Namun, tetap semua hal yang terjadi dari perkembangan teknologi memiliki dua sisi positif dan negatif yang harus diwaspadai. Salah satu perkembangan ide tersebut berada pada dunia teknologi. Namun, teknologi yang dibahas dalam kuliah umum ini bukan teknologi fisik melainkan teknologi sistem yang dikenal dengan AI yang merupakan singkatan dari Artificial Intelligence merupakan Kecerdasan Buatan pada bidang ilmu komputer yang berfokus pada penciptaan sistem yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Tujuan utama AI adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan AI, banyak tugas yang sebelumnya membutuhkan waktu lama dapat diselesaikan dengan cepat dan akurat. Selain itu, AI juga bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam berbagai layanan digital. Misalnya, dalam e-commerce, AI digunakan untuk memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan preferensi pengguna. AI juga bertujuan untuk menciptakan solusi inovatif dalam berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Kuliah Umum yang dilaksanakan melalui daring zoom (online) pada 09 Januari 2026 dimulai pada pukul 10.00 WIT yang dibuka oleh moderator dengan doa serta sambutan dari Bapak Dr. Ida Bagus Made Wisnu Parta, S.S., M.Hum selaku Kaprodi PBI FKIP UNDWI. Selanjutnya pemaparan materi dan sesi tanya-jawab dan diskusi. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa teknologi AI menawarkan berbagai peluang dalam pembelajaran berbicara, seperti pemberian umpan balik otomatis, latihan berbicara berbasis simulasi, serta peningkatan kepercayaan diri peserta didik melalui praktik yang berulang. AI dinilai mampu menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara tepat dan terintegrasi dengan strategi pedagogis yang matang. Namun demikian, kuliah umum ini juga menyoroti sejumlah risiko penggunaan AI, di antaranya potensi ketergantungan berlebihan pada teknologi, berkurangnya interaksi lisan autentik, persoalan keamanan data suara pemelajar serta persoalan tata krama dan kebahasaan daerah. Selain itu, narasumber menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap bias algoritmik, terutama dalam penilaian keterampilan berbicara yang dapat merugikan penutur dengan dialek daerah atau variasi bahasa non-standar.

Sesi tanya jawab dan diskusi terlaksana dengan sangat hidup karena pertanyaan yang disampaikan benar-benar kendala atau risiko yang sedang dihadapi serta ditanyakan oleh peserta yang tidak hanya berasal dari berbagai prodi di FKIP UNDWI tetapi terdapat peserta umum yang juga menghadapi permasalahan AI yang sama. Seluruh pertanyaan terjawab dengan tepat disertai beberapa solusi dan pesan. Melalui sesi tanya jawab dan diskusi, peserta diminta untuk bersikap kritis dan reflektif dalam memandang teknologi AI, tidak hanya sebagai solusi inovatif, tetapi juga sebagai tantangan etis dan pedagogis. Kegiatan kuliah umum ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta serta mendorong penggunaan teknologi AI secara bijak, adil, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran berbicara di lingkungan pendidikan. Selain dari segi AI sendiri, diharap peserta dapat tetap melestarikan dengan tetap menggunakan bahasa dan budaya daerah masing-masing tanpa membuang tata etika yang ada, mengutamakan Bahasa Indonesia dengan menggunakannya secara benar dan tepat, serta menguasai bahasa asing (misalnya: Inggris) sesuai kebutuhan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Scroll to Top